Cara Cegah Virus Korona Dari Presiden Jokowi

cara cegah virus korona dari Presiden Jokowi

Cara Cegah Virus Korona Dari Presiden Jokowi – Wabah virus korona( COVID- 19) yang ditemukan masuk ke Indonesia pada dini Maret 2020 membuat warga jadi kekhawatiran. Walaupun begitu Kepala negara Jokowi mengimbau warga supaya tidak khawatir dengan cara kelewatan.

Perihal itu kepala negara sampaikan dalam account Instagram resminya@jokowi baru- baru ini. Perihal itu Kepala negara Jokowi jalani buat menegaskan warga biar tidak khawatir serta malah dapat lebih siuman dalam perihal melindungi kebersihan.

“ Tidak butuh khawatir dengan cara kelewatan kepada yang namanya virus korona. Sebab virus korona dari informasi yang aku dapat, 94 persen lebih pengidapnya bisa di sembuhkan,” cakap Jokowi.

Tentu ada beberapa cara cegah virus korona dari Presiden Jokowi.Dalam film itu, Jokowi pula memberikan 4 tahap yang dapat dicoba buat menghindari penyebaran virus korona COVID- 19 di Indonesia. Ada pula perihal yang dicoba merupakan:

1. Janganlah kurang ingat buat membersihkan tangan dengan air yang mengalir serta sabun. Mencuci tangan sepanjang 20 detik.

2. Jauhi memegang mata, hidung serta mulut sebab telapak tangan pasti hendak memegang bermacam berbagai barang serta rentan terserang virus.

Jika telapak tangan telah terserang virus hingga virus itu bisa dengan gampang masuk ke badan orang lewat mata, hidung serta mulut.( film tangkal korona versi Kepala negara Jokowi terdapat di laman berikutnya)

3. Piket jarak dengan siapapun yang batu berdahak serta bersin. Sebab virus korona bisa menabur lewat tetes larutan yang pergi dikala batu berdahak ataupun bersin.

4. Maanfaatkan masker dikala sakit supaya tidak meluas pada yang lain.

Pada akhir film Hobijoker kembali menegaskan kalau 4 metode simpel yang gampang dicoba ini dapat mengestimasi penyebaran virus korona COVID- 19. Jokowi pula mengimbau warga buat tidak mudah tergoda hoax serta informasi yang tidak nyata kebenarannya.

“ Jadi nyatanya, kompetitor terbanyak kita dikala ini merupakan bukan virus itu sendiri, tetapi rasa takut, rasa belingsatan, rasa kekhawatiran serta berita- berita hoax dan rumor. Kita sesungguhnya wajib percaya dengan kenyataan, data, kebersamaan bersama serta gotong- royong,” tuntasnya.